Sejarah Lokal Situs Jambansari Ciamis

SITUS JAMBANSARI CIAMIS

 DALAM TINJAUAN SEJARAH LOKAL

SITUS JAMBANSARI  merupakan sebuah komplek pemakaman yang berada di kabupaten Ciamis. Tepatnya di Jl. Achmad Dahlan, lingkungan Rancapetir, kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis. Situs ini berada pada ketinggian 233 m di atas permukaan laut. Sekitar komplek ini merupakan pemukiman penduduk kecuali di sebelah selatan yaitu berupa sawah. Kompleks pemakaman yang dibangun oleh Yayasan Kusumadiningrat ini dibangun pada tahun 1872.

Kondisi Jambansari Pada Waktu dulu

Awalnya Situs Jambansari ini merupakan tempat gazebo atau taman yang digunakan oleh Raden Adipati Aria Koesoemadiningrat saat memerintah kabupaten Galuh (sekarang kabupaten Ciamis) pada tahun 1839-1886. Tempat itu biasa nya digunakan untuk mencari inspirasi dan sebagai tempat beristirahat Raden Adipati Aria Koesoemadiningrat. Bahkan saat itu diberi namanya Gunung Sirnayasa.

Dibangunnya Situs Jambansari

Menurut juru kunci yang ada di Jambansari, masalah pembangunan Situs ini tidak ada yang mengetahui kapan tepatnya dibangun. Sampai sekarang pun belum ada informasi ataupun dokumentasi dari pihak keluarga ataupu dari pihak luar. Namun juru kunci di Situs Jambansari tersebut hanya mengatakan bahwa tempat ini sudah ada pada tahun 1800 an.

Jambansari disebut Situs

Jambansari disebut Situs karena ada sebuah peninggal barang cagar balar purbakala yang memiliki nilai history. Disana juga terdapat sumber mata air yang disebut Jambansari. Airnya dipercaya memiliki berkah bagi siapa saja yang mandi atau bersuci di sumber mata air ini, juga dipercaya bias menyembuhkan penyakit.

Sejarah Jambansari

Situs ini merupakan kompleks makam Raden Adipati Aria Kusumadiningrat yang merupakan Bupati Ciamis yang ke-16. Beliau memegang tampuk pemerintahan Galuh dari tahun 1839-1886 dan dianggap Bupati paling berhasil dalam memimpin dan memajukan daerah Galuh ini. Beliau juga sangat menghormati rakyatnya dan disegani Bupati-bupati lainnya juga oleh Pemerintah Belanda, hingga beliau menerima Medali Emas dan Medali payung Kuning atas keberhasilannya ini. Beliau tinggal di rumahnya yang berupa rumah panggung kokoh terbuat dari kayu jati berukir yang disebut keraton Selagangga (saat ini dikenal dengan Jambansari). Terlepas dari itu, Kanjeng Prebu juga membangun gedung-gedung dipusat kota yang diantaranya Gedung Kabupaten yang megah (saat ini menjadi gedung DPRD), Mesjid Agung, Gedung Asisten Residen yang sekarang menjadi gedung Negara, tangsi prajurit, penjara, kantor pos, kantor telegram, dan gedung sositeit. Beliau juga berhasil menghilangkan Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) di Ciamis, membangun irigasi, membuka pesawahan, mendirikan 3 pabrik penggilingan kopi, membuka perkebunan kelapa, membangun jalan antara Kawali-Panjalu. Selain itu, beliau juga banyak memberikan perhatian lain dalam  berbagai segi kehidupan, sehingga bersama jasa-jasanya itulah beliau mendapat gelar “Kanjeng Prebu”.

Kanjeng Prebu ini dikenal mempunyai kemampuan yang tinggi, baik ilmu pengetahuan keduniawian maupun kebatinan. Beliau merupakan orang pertama yang dapat membaca dan menulis huruf latin di Tatar Galuh. Serta fasih dalam berbahasa Belanda dan Perancis. Dalam ilmu kebatinan, beliau dipercaya dapat berhubugan dengan makhluk halus yang di Tatar Gluh dikenal dengan kerajaan Onom.Dalam tiap keramaian Onom ini selalu diundang dan diminta bantuannya guna mengsukseskan dan menjaga ketertiban keramaian tersebut. Pada tahun1872 tempat akhir hayatnya dibangun pemakaman dipinggir Situs Jambansari, tempat ini masih termasuk Keraton Selagangga. Pada gapura bangunan Situs Jambansari ditulis aksara sunda kuno yang berupa petuah titipan yang berupa guguritan (istilah sunda) hasil karya Kanjeng Prebu sendiri yaitu menggunakan pupuh kinanti, yang isinya demikian :

  • Jamban Tinakdir yang Agung
  • Caina Tamba Panyakit
  • Amal Jariah Kaula
  • Bupati Galuh Ciamis
  • Aria Kusumadiningrat
  • Medal Mas Payung Kuning

Referensi :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *